Rancangan Modul Pelatihan untuk Kader/Tenaga Kesehatan Primer
- Merancang modul pelatihan sederhana untuk kader atau tenaga kesehatan primer.
Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi: 2.2 Tujuan Khusus
Tersedianya blueprint pelatihan baku (tujuan–materi–metode–evaluasi) untuk program Training of Trainers (ToT) kesehatan reproduksi.
Diterapkannya metode andragogi [8] dan Peyton's Four-Step Approach [7] secara operasional dalam pengajaran keterampilan klinis-komunitas kepada kader dan tenaga kesehatan non-spesialis.
Diterapkannya kriteria evaluasi peserta pelatihan yang mengacu pada Miller's Pyramid [6] , mencakup ranah knows, knows how, shows how, dan does.
Terselarasinya kompetensi pelatihan dengan kerangka domain WHO FP-CAC Toolkit [10,11] serta lima domain transformasi pendidikan tenaga kesehatan WHO 2013 [9] .
Terbangunnya mekanisme monitoring, pembinaan lanjutan (refreshing), dan jenjang karier tenaga pelatih di tingkat kabupaten/kota.
Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi: 3 Sasaran
Pedoman ini ditujukan bagi pihak-pihak berikut, sesuai peran masing-masing dalam penyelenggaraan pelatihan kesehatan reproduksi:
Pengelola program kesehatan reproduksi di Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, sebagai penanggung jawab kebijakan dan anggaran pelatihan.
Kepala Puskesmas dan penanggung jawab program KIA-KB, sebagai penyelenggara pelatihan di tingkat fasilitas kesehatan primer.
Calon tenaga pelatih dari kalangan bidan, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat.
Kader kesehatan masyarakat dan tokoh masyarakat sebagai peserta pelatihan berjenjang (cascade training).
Dokter Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial (Obginsos) dan mitra akademik, sebagai pembina teknis kurikulum sesuai kompetensi pada Kepkonsil [1] .
Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi: 4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman ini mencakup keseluruhan siklus pengembangan tenaga pelatih kesehatan reproduksi, meliputi:
Perencanaan kebutuhan pelatih (training needs assessment) di wilayah kerja.
Penyusunan blueprint pelatihan (tujuan, materi, metode, dan evaluasi).
Pelaksanaan pelatihan tingkat pertama (ToT) dan pelatihan berjenjang (cascade training) ke kader.
Evaluasi peserta pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga pelatih.
Pembinaan lanjutan, penyegaran (refreshing), dan pengembangan jenjang karier tenaga pelatih.
Pedoman ini TIDAK mencakup tata laksana klinis pasien individual di fasilitas pelayanan kesehatan — hal tersebut diatur dalam PPK (Panduan Praktik Klinis) tersendiri di masing-masing rumah sakit/fasilitas kesehatan.
Pedoman Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi: 5 Definisi Operasional
Istilah Definisi Operasional Tenaga Pelatih (Trainer) Tenaga kesehatan yang telah memenuhi kriteria kompetensi tertentu dan ditugaskan untuk melatih tenaga kesehatan lain atau kader masyarakat. Training of Trainers (ToT) Pelatihan berjenjang pertama yang mencetak tenaga pelatih, sebelum tenaga tersebut melatih kelompok sasaran berikutnya (cascade training). Andragogi Pendekatan pembelajaran orang dewasa yang menekankan pengalaman peserta, relevansi praktis, dan pembelajaran berpusat pada masalah (Knowles, Holton, Swanson & Robinson, 2020) [8]. Peyton's Four-Step Approach Metode pengajaran keterampilan klinis-komunitas empat langkah: demonstration, deconstruction, comprehension, performance (Walker & Peyton, 1998) [7]. Miller's Pyramid Kerangka evaluasi kompetensi berjenjang: knows, knows how, shows how, dan does (Miller, 1990) [6]. Cascade Training Pelatihan berjenjang, di mana tenaga pelatih hasil ToT selanjutnya melatih kelompok sasaran yang lebih luas (kader, masyarakat). Obginsos (Obstetri Ginekologi Sosial) Subspesialisasi Obstetri dan Ginekologi yang berfokus pada diagnosis dan tata laksana masalah obstetri-ginekologi dalam konteks populasi/masyarakat, bukan pasien individual [1,14].
- Topik kesehatan reproduksi apa yang paling relevan dilatihkan kepada kader di wilayah kerja kelompok Anda?
- Bagaimana metode pelatihan disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pengalaman kader?
Rancang modul pelatihan singkat (1-2 jam) untuk kader/tenaga kesehatan primer pada satu topik kesehatan reproduksi, lengkap dengan tujuan, materi pokok, dan metode evaluasi.
Buku 12 + Pedoman Pelatihan Trainer — Seri Buku Ajar Obstetri Ginekologi Sosial.
Keputusan Ketua Konsil Kesehatan Indonesia Nomor HK.01.02/KKI/1318/2026 tentang Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Subspesialis Bidang Obstetri dan Ginekologi.