← Dashboard|Perpustakaan Digital Obsos
Tugas & Ujian Akademik  ›  Quiz 1 (Akhir Sesi 1)
QUIZ 1 (AKHIR SESI 1)

Quiz 1 — Penilaian Pemahaman Modul 01–05

SUMBER MATERI
Buku 4 Bab 1, Buku 4 Bab 2 + PPK-09, Buku 4 Bab 3, PPK-09, PPK-09 (praktik)
CAKUPAN MODUL
Modul 01–05
BENTUK
MCQ · 10 Soal
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk setiap soal. Setiap soal bernilai 10 poin (total 100 poin).
Soal Pilihan Ganda
1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Instrumen Skrining Depresi dan Ansietas Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Kontinuitas asuhan pasien dengan gangguan mental perinatal sangat bergantung pada kualitas komunikasi antarprofesi yang terstruktur, bukan sekadar surat rujukan satu arah.
  • B. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum gangguan mental perinatal, skrining, penilaian risiko bunuh diri, kolaborasi psikiatri, farmakoterapi aman, hingga edukasi keluarga.
  • C. Menjelaskan model kolaborasi biopsikososial antara Obstetri Ginekologi Sosial, psikiatri, dan psikologi klinis.
  • D. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Spektrum Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Mendemonstrasikan kompetensi skrining dan rujukan kesehatan mental perinatal dalam format OSCE.
  • B. Menjelaskan prinsip umum pengambilan keputusan farmakoterapi psikiatri pada kehamilan dan laktasi.
  • C. Menjelaskan peran pasangan dan keluarga dalam deteksi dini kekambuhan gangguan mental perinatal.
  • D. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Instrumen Skrining Depresi dan Ansietas Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
  • B. Pasangan dan anggota keluarga inti merupakan pihak yang memiliki kontak paling intensif dan berkelanjutan dengan ibu pascasalin, jauh melampaui frekuensi kontak dengan tenaga kesehatan pada kunjungan nifas terjadwal.
  • C. Mengintegrasikan seluruh materi Modul 1-8 dalam analisis kasus longitudinal.
  • D. Menjelaskan prinsip keamanan pemberian farmakoterapi psikiatri selama kehamilan dan laktasi.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Instrumen Skrining Depresi dan Ansietas Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Menjelaskan prinsip umum skrining kesehatan mental dalam layanan antenatal dan postnatal rutin.
  • B. Selain deteksi dini, keluarga memiliki peran besar dalam memberikan dukungan praktis yang dapat mengurangi beban dan faktor risiko psikososial ibu sehari-hari.
  • C. Psikoedukasi terstruktur bagi keluarga merupakan komponen penting yang idealnya diberikan secara proaktif, bukan hanya sebagai respons setelah gejala gangguan mental muncul.
  • D. Secara historis, keamanan obat pada kehamilan sering dirujuk menggunakan sistem kategori huruf (misalnya kategori A, B, C, D, dan X) yang pernah digunakan oleh badan regulasi obat Amerika Serikat.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Panduan Praktik Klinis Gangguan Mental pada Kehamilan) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Modul ini mengulas kembali PPK-09 sebagai persiapan OSCE station skrining dan rujukan kesehatan mental perinatal.
  • B. Menerapkan panduan diagnosis dan tata laksana gangguan mental pada kehamilan sesuai PPK-09.
  • C. Menyusun rencana edukasi keluarga dan pencegahan kekambuhan gangguan mental perinatal.
  • D. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dan rujukan dengan psikiatri dan psikologi klinis pada kasus perinatal.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Wawancara Skrining Kesehatan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
  • B. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
  • C. Mendemonstrasikan keterampilan wawancara skrining kesehatan mental perinatal yang empatik dan sistematis.
  • D. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Spektrum Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
  • B. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
  • C. Untuk memudahkan diagnosis banding di layanan klinis, karakteristik onset, durasi, gambaran klinis dominan, dan urgensi penanganan ketiga kondisi tersebut dirangkum secara berdampingan pada Tabel 1.1 berikut.
  • D. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Penilaian dan Mitigasi Risiko Bunuh Diri pada Kehamilan dan Nifas) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
  • B. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
  • C. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
  • D. Menilai risiko bunuh diri pada pasien perinatal dan menyusun rencana mitigasi awal.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Instrumen Skrining Depresi dan Ansietas Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Edukasi pasien dan keluarga bahwa gangguan mental perinatal adalah kondisi medis yang dapat diobati, bukan kegagalan personal — penting untuk mengurangi stigma.
  • B. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
  • C. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
  • D. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Spektrum Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
  • A. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
  • B. Menjelaskan spektrum gangguan mental yang dapat timbul pada periode perinatal.
  • C. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
  • D. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
🔒 KUNCI JAWABAN — KHUSUS KONSUMSI DOSEN / DPK (Bukan untuk Mahasiswa)
No. 1 → D
No. 2 → D
No. 3 → A
No. 4 → A
No. 5 → B
No. 6 → C
No. 7 → C
No. 8 → D
No. 9 → A
No. 10 → B