1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 07 (Prinsip Keamanan Farmakoterapi Psikiatri dalam Kehamilan dan Laktasi) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Skrining terstandar menggunakan EPDS dan/atau GAD-7 merupakan dasar utama identifikasi kasus, dengan ambang skor sebagai berikut:
- B. Menjelaskan prinsip umum pengambilan keputusan farmakoterapi psikiatri pada kehamilan dan laktasi.
- C. Menjelaskan prinsip umum skrining kesehatan mental dalam layanan antenatal dan postnatal rutin.
- D. Penanganan krisis risiko bunuh diri perinatal secara inheren bersifat lintas profesi dan tidak dapat ditangani secara memadai oleh satu disiplin ilmu saja.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Edukasi Keluarga dan Pencegahan Kekambuhan Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Edukasi pasien dan keluarga bahwa gangguan mental perinatal adalah kondisi medis yang dapat diobati, bukan kegagalan personal — penting untuk mengurangi stigma.
- B. Pasangan dan anggota keluarga inti merupakan pihak yang memiliki kontak paling intensif dan berkelanjutan dengan ibu pascasalin, jauh melampaui frekuensi kontak dengan tenaga kesehatan pada kunjungan nifas terjadwal.
- C. Menerapkan panduan diagnosis dan tata laksana gangguan mental pada kehamilan sesuai PPK-09.
- D. Menilai risiko bunuh diri pada pasien perinatal dan menyusun rencana mitigasi awal.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 07 (Prinsip Keamanan Farmakoterapi Psikiatri dalam Kehamilan dan Laktasi) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Menjelaskan definisi dan batasan kesehatan mental perinatal dalam konteks obstetri ginekologi sosial.
- B. Secara historis, keamanan obat pada kehamilan sering dirujuk menggunakan sistem kategori huruf (misalnya kategori A, B, C, D, dan X) yang pernah digunakan oleh badan regulasi obat Amerika Serikat.
- C. Edukasi pasien dan keluarga bahwa gangguan mental perinatal adalah kondisi medis yang dapat diobati, bukan kegagalan personal — penting untuk mengurangi stigma.
- D. Menjelaskan spektrum gangguan mental yang dapat timbul pada periode perinatal.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Edukasi Keluarga dan Pencegahan Kekambuhan Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Skrining kesehatan mental perinatal idealnya dilakukan pada beberapa titik waktu, bukan hanya sekali, mengingat gejala dapat muncul kapan saja sepanjang periode perinatal.
- B. Selain deteksi dini, keluarga memiliki peran besar dalam memberikan dukungan praktis yang dapat mengurangi beban dan faktor risiko psikososial ibu sehari-hari.
- C. Psikosis postpartum adalah kegawatdaruratan psikiatri yang relatif jarang namun memiliki risiko morbiditas dan mortalitas tertinggi di antara seluruh spektrum gangguan mental perinatal, baik bagi ibu maupun bayi.
- D. Menjelaskan epidemiologi dan faktor risiko bunuh diri pada masa kehamilan dan nifas.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Kolaborasi dengan Psikiatri dan Psikologi Klinis) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Untuk memudahkan diagnosis banding di layanan klinis, karakteristik onset, durasi, gambaran klinis dominan, dan urgensi penanganan ketiga kondisi tersebut dirangkum secara berdampingan pada Tabel 1.1 berikut.
- B. Kontinuitas asuhan pasien dengan gangguan mental perinatal sangat bergantung pada kualitas komunikasi antarprofesi yang terstruktur, bukan sekadar surat rujukan satu arah.
- C. Menggunakan instrumen EPDS dan GAD-7 untuk skrining depresi dan ansietas perinatal.
- D. Mendemonstrasikan keterampilan wawancara skrining kesehatan mental perinatal yang empatik dan sistematis.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 10 (Simulasi OSCE Skrining dan Rujukan Kesehatan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Tata laksana gangguan mental perinatal bersifat berjenjang (stepped-care) dan kolaboratif antara Obstetri Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial dengan Psikiatri, mengikuti alur berikut:
- B. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) adalah instrumen skrining swalapor (self-report) yang paling banyak digunakan secara global untuk mendeteksi kemungkinan depresi pada masa kehamilan dan pascasalin.
- C. Modul ini mengulas kembali PPK-09 sebagai persiapan OSCE station skrining dan rujukan kesehatan mental perinatal.
- D. Sesi role-play wawancara skrining kesehatan mental perinatal menggunakan EPDS/GAD-7 dengan simulated patient, dinilai instruktur menggunakan lembar Mini-CEX, berfokus pada teknik bertanya yang tidak menghakimi dan sensitif terhadap stigma.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Edukasi Keluarga dan Pencegahan Kekambuhan Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Baby blues, atau disebut juga postpartum blues, adalah kondisi perubahan suasana hati ringan yang bersifat transien dan self-limiting, dialami oleh sebagian besar perempuan pascasalin.
- B. Skrining terstandar menggunakan EPDS dan/atau GAD-7 merupakan dasar utama identifikasi kasus, dengan ambang skor sebagai berikut:
- C. Psikoedukasi terstruktur bagi keluarga merupakan komponen penting yang idealnya diberikan secara proaktif, bukan hanya sebagai respons setelah gejala gangguan mental muncul.
- D. Depresi postpartum adalah episode depresi mayor yang onsetnya terjadi selama kehamilan atau dalam beberapa minggu hingga bulan pascasalin, dengan gejala yang lebih berat, lebih menetap, dan lebih mengganggu fungsi dibandingkan baby blues.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Edukasi Keluarga dan Pencegahan Kekambuhan Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Pasangan dan anggota keluarga inti merupakan pihak yang memiliki kontak paling intensif dan berkelanjutan dengan ibu pascasalin, jauh melampaui frekuensi kontak dengan tenaga kesehatan pada kunjungan nifas terjadwal.
- B. Menjelaskan prinsip umum pengambilan keputusan farmakoterapi psikiatri pada kehamilan dan laktasi.
- C. Tata laksana gangguan mental perinatal bersifat berjenjang (stepped-care) dan kolaboratif antara Obstetri Ginekologi Subspesialis Obstetri Ginekologi Sosial dengan Psikiatri, mengikuti alur berikut:
- D. Menyusun rencana edukasi keluarga dan pencegahan kekambuhan gangguan mental perinatal.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Studi Kasus Terintegrasi Kesehatan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum gangguan mental perinatal, skrining, penilaian risiko bunuh diri, kolaborasi psikiatri, farmakoterapi aman, hingga edukasi keluarga.
- B. Menjelaskan prinsip umum pengambilan keputusan farmakoterapi psikiatri pada kehamilan dan laktasi.
- C. Pasangan dan anggota keluarga inti merupakan pihak yang memiliki kontak paling intensif dan berkelanjutan dengan ibu pascasalin, jauh melampaui frekuensi kontak dengan tenaga kesehatan pada kunjungan nifas terjadwal.
- D. Secara historis, keamanan obat pada kehamilan sering dirujuk menggunakan sistem kategori huruf (misalnya kategori A, B, C, D, dan X) yang pernah digunakan oleh badan regulasi obat Amerika Serikat.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Edukasi Keluarga dan Pencegahan Kekambuhan Gangguan Mental Perinatal) pada mata kuliah Kesehatan Mental Perinatal?
- A. Menjelaskan peran pasangan dan keluarga dalam deteksi dini kekambuhan gangguan mental perinatal.
- B. Pasangan dan anggota keluarga inti merupakan pihak yang memiliki kontak paling intensif dan berkelanjutan dengan ibu pascasalin, jauh melampaui frekuensi kontak dengan tenaga kesehatan pada kunjungan nifas terjadwal.
- C. Menjelaskan prinsip umum pengambilan keputusan farmakoterapi psikiatri pada kehamilan dan laktasi.
- D. Secara historis, keamanan obat pada kehamilan sering dirujuk menggunakan sistem kategori huruf (misalnya kategori A, B, C, D, dan X) yang pernah digunakan oleh badan regulasi obat Amerika Serikat.