1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Kedudukan Penilaian Status Gizi dalam Kontinum Prakonsepsi-Kehamilan dan IMT) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan prinsip dan regimen suplementasi besi-folat serta kalsium pada kehamilan.
- B. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- C. Menjelaskan kebutuhan mikronutrien tambahan dan tata laksana gizi berlebih/obesitas gestasional.
- D. Selain besi, folat, dan kalsium, mikronutrien tambahan seperti vitamin D dan iodium turut memiliki relevansi klinis pada populasi berisiko defisiensi.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Faktor Risiko Malnutrisi: Remaja, Sosial-Ekonomi, dan Penyakit Kronik) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan kriteria dan mekanisme rujukan ke ahli gizi dan penyakit dalam pada kasus nutrisi kompleks.
- B. Keberlanjutan program edukasi gizi berbasis komunitas memerlukan sistem pemantauan dan evaluasi yang jelas, tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata.
- C. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- D. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-9 dan mengevaluasi hasil sesi edukasi gizi komunitas yang dirancang pada Modul 9, mencakup penilaian status gizi, suplementasi, rujukan, hingga edukasi berbasis komunitas.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Faktor Risiko Malnutrisi: Remaja, Sosial-Ekonomi, dan Penyakit Kronik) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Mengintegrasikan seluruh materi gizi reproduksi dalam evaluasi program berbasis komunitas.
- B. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.
- C. Menjelaskan model kolaborasi interprofesional dalam tata laksana gizi kehamilan.
- D. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Pengukuran Antropometri dan Interpretasi Hasil Laboratorium Gizi) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- B. Mendemonstrasikan keterampilan pengukuran antropometri dan interpretasi hasil laboratorium gizi.
- C. Suplementasi kalsium pada kehamilan direkomendasikan terutama pada populasi dengan asupan kalsium diet rendah, sebagai salah satu strategi pencegahan preeklampsia.
- D. Merancang program edukasi gizi berbasis komunitas melalui kader Posyandu dan kelas ibu hamil.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Kedudukan Penilaian Status Gizi dalam Kontinum Prakonsepsi-Kehamilan dan IMT) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Intervensi nutrisi pada kehamilan harus didasarkan pada hasil penilaian status gizi yang telah diuraikan pada Bab 1 dan identifikasi faktor risiko pada Bab 2, bukan diberikan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi individual.
- B. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- C. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- D. Status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan determinan penting bagi luaran maternal dan perinatal.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Penilaian LILA, Hemoglobin, dan Albumin sebagai Penanda Status Gizi) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Kriteria diagnosis ditegakkan berdasarkan ambang antropometri dan laboratorium berikut, sesuai Catatan Khusus Penyusunan dokumen ini:
- B. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- C. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- D. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Penilaian LILA, Hemoglobin, dan Albumin sebagai Penanda Status Gizi) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- B. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
- C. Melakukan dan menginterpretasi pengukuran LILA, Hb, dan albumin sebagai penanda status gizi.
- D. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Penilaian LILA, Hemoglobin, dan Albumin sebagai Penanda Status Gizi) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- B. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
- C. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- D. Alur tata laksana melibatkan lebih dari dua langkah keputusan dan disajikan sebagai diagram alur berikut, sesuai rekomendasi WHO Antenatal Care 2016 (bab Intervensi Nutrisi) serta indikator kompetensi Subspesialis Obginsos.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Panduan Praktik Klinis Permasalahan Nutrisi Prakonsepsi, Kehamilan, dan Nifas) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- B. Edukasi pola makan seimbang: sumber protein hewani/nabati, sayur-buah kaya zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapan besi, sumber kalsium (susu, ikan kecil dengan tulang, sayuran hijau).
- C. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- D. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Panduan Praktik Klinis Permasalahan Nutrisi Prakonsepsi, Kehamilan, dan Nifas) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
- B. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- C. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- D. Menerapkan panduan tata laksana permasalahan nutrisi sepanjang prakonsepsi, kehamilan, dan nifas sesuai PPK-11.