1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Edukasi Gizi Berbasis Komunitas: Kader Posyandu dan Kelas Ibu Hamil) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Kehamilan pada usia remaja (10-19 tahun) membawa kerentanan nutrisi ganda karena kebutuhan gizi ibu remaja yang masih dalam masa pertumbuhan bersaing langsung dengan kebutuhan gizi janin yang dikandungnya.
- B. Indeks Massa Tubuh dihitung dari berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter, dan idealnya diukur sebelum konsepsi karena berat badan pada trimester lanjut sudah dipengaruhi oleh pertambahan volume kehamilan.
- C. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- D. Mengidentifikasi faktor risiko malnutrisi pada kehamilan terkait usia, sosial-ekonomi, dan penyakit kronik.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Edukasi Gizi Berbasis Komunitas: Kader Posyandu dan Kelas Ibu Hamil) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Sesi praktik pengukuran LILA, berat badan, tinggi badan, serta interpretasi hasil laboratorium (Hb, albumin, feritin) pada beberapa kasus simulasi, dinilai instruktur menggunakan lembar DOPS.
- B. Penyakit kronik yang mendasari, seperti diabetes melitus pragestasi, hipertensi kronik, penyakit ginjal kronik, penyakit tiroid, dan penyakit inflamasi usus, dapat memperberat maupun diperberat oleh masalah gizi selama kehamilan.
- C. Mendemonstrasikan keterampilan pengukuran antropometri dan interpretasi hasil laboratorium gizi.
- D. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Prinsip dan Regimen Suplementasi Besi-Folat serta Kalsium) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Melakukan dan menginterpretasi pengukuran LILA, Hb, dan albumin sebagai penanda status gizi.
- B. Status sosial-ekonomi rendah merupakan salah satu determinan terkuat malnutrisi pada kehamilan di Indonesia, memengaruhi akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi.
- C. Edukasi pola makan seimbang: sumber protein hewani/nabati, sayur-buah kaya zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapan besi, sumber kalsium (susu, ikan kecil dengan tulang, sayuran hijau).
- D. Suplementasi kalsium pada kehamilan direkomendasikan terutama pada populasi dengan asupan kalsium diet rendah, sebagai salah satu strategi pencegahan preeklampsia.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Edukasi Gizi Berbasis Komunitas: Kader Posyandu dan Kelas Ibu Hamil) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menerapkan panduan tata laksana permasalahan nutrisi sepanjang prakonsepsi, kehamilan, dan nifas sesuai PPK-11.
- B. Edukasi pola makan seimbang: sumber protein hewani/nabati, sayur-buah kaya zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapan besi, sumber kalsium (susu, ikan kecil dengan tulang, sayuran hijau).
- C. Kriteria diagnosis ditegakkan berdasarkan ambang antropometri dan laboratorium berikut, sesuai Catatan Khusus Penyusunan dokumen ini:
- D. Keberlanjutan program edukasi gizi berbasis komunitas memerlukan sistem pemantauan dan evaluasi yang jelas, tidak hanya berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Prinsip dan Regimen Suplementasi Besi-Folat serta Kalsium) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Intervensi nutrisi pada kehamilan harus didasarkan pada hasil penilaian status gizi yang telah diuraikan pada Bab 1 dan identifikasi faktor risiko pada Bab 2, bukan diberikan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi individual.
- B. Menjelaskan kedudukan penilaian status gizi dalam kontinum prakonsepsi-kehamilan serta interpretasi IMT.
- C. Alur tata laksana melibatkan lebih dari dua langkah keputusan dan disajikan sebagai diagram alur berikut, sesuai rekomendasi WHO Antenatal Care 2016 (bab Intervensi Nutrisi) serta indikator kompetensi Subspesialis Obginsos.
- D. Lingkar Lengan Atas (LILA) merupakan metode antropometri sederhana, cepat, dan tidak memerlukan alat mahal untuk mendeteksi risiko Kurang Energi Kronik (KEK) pada perempuan usia subur maupun ibu hamil.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 07 (Mikronutrien Tambahan dan Tata Laksana Gizi Berlebih dalam Kehamilan) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Alur tata laksana melibatkan lebih dari dua langkah keputusan dan disajikan sebagai diagram alur berikut, sesuai rekomendasi WHO Antenatal Care 2016 (bab Intervensi Nutrisi) serta indikator kompetensi Subspesialis Obginsos.
- B. Kriteria diagnosis ditegakkan berdasarkan ambang antropometri dan laboratorium berikut, sesuai Catatan Khusus Penyusunan dokumen ini:
- C. Menjelaskan kerentanan spesifik kehamilan remaja terhadap risiko malnutrisi.
- D. Menjelaskan kebutuhan mikronutrien tambahan dan tata laksana gizi berlebih/obesitas gestasional.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Kolaborasi dengan Ahli Gizi dan Penyakit Dalam: Kriteria Rujukan) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Menjelaskan kriteria dan mekanisme rujukan ke ahli gizi dan penyakit dalam pada kasus nutrisi kompleks.
- B. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.
- C. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- D. Status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan determinan penting bagi luaran maternal dan perinatal.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 10 (Studi Kasus Terintegrasi dan Evaluasi Program Edukasi Gizi Komunitas) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Suplementasi kalsium pada kehamilan direkomendasikan terutama pada populasi dengan asupan kalsium diet rendah, sebagai salah satu strategi pencegahan preeklampsia.
- B. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.
- C. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- D. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-9 dan mengevaluasi hasil sesi edukasi gizi komunitas yang dirancang pada Modul 9, mencakup penilaian status gizi, suplementasi, rujukan, hingga edukasi berbasis komunitas.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Kolaborasi dengan Ahli Gizi dan Penyakit Dalam: Kriteria Rujukan) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.
- B. Menjelaskan model kolaborasi interprofesional dalam tata laksana gizi kehamilan.
- C. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- D. Suplementasi kalsium pada kehamilan direkomendasikan terutama pada populasi dengan asupan kalsium diet rendah, sebagai salah satu strategi pencegahan preeklampsia.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 07 (Mikronutrien Tambahan dan Tata Laksana Gizi Berlebih dalam Kehamilan) pada mata kuliah Gizi dan Nutrisi dalam Kehamilan dan Kesehatan Reproduksi?
- A. Selain besi, folat, dan kalsium, mikronutrien tambahan seperti vitamin D dan iodium turut memiliki relevansi klinis pada populasi berisiko defisiensi.
- B. Menjelaskan prinsip edukasi gizi berbasis komunitas pada kehamilan.
- C. Suplementasi kalsium pada kehamilan direkomendasikan terutama pada populasi dengan asupan kalsium diet rendah, sebagai salah satu strategi pencegahan preeklampsia.
- D. Kader posyandu merupakan ujung tombak edukasi gizi berbasis komunitas di Indonesia, mengingat jangkauan posyandu yang tersebar hingga tingkat dusun/RW dan frekuensi kontak rutin bulanan dengan ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya.