1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Seksual dan Tata Laksana Disfungsi Seksual pada Perempuan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum IMS, stigma, kesehatan seksual holistik, konseling pasangan, hingga kolaborasi layanan HIV/IMS nasional.
- B. Menjelaskan prinsip dan tujuan partner notification (pemberitahuan pasangan) pada tata laksana IMS.
- C. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
- D. Partner notification adalah proses sistematis mengidentifikasi, memberi tahu, dan menawarkan layanan pemeriksaan-terapi kepada pasangan seksual seseorang yang terdiagnosis IMS.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Panduan Praktik Klinis IMS dengan Masalah Biopsikososial Kompleks) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Terdapat beberapa model partner notification yang dapat diterapkan sesuai kapasitas layanan dan preferensi pasien.
- B. Mendemonstrasikan kompetensi konseling dan tata laksana IMS dalam format OSCE.
- C. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
- D. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Seksual dan Tata Laksana Disfungsi Seksual pada Perempuan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Mengintegrasikan seluruh materi Modul 1-8 dalam analisis kasus IMS kompleks.
- B. Pencegahan reinfeksi memerlukan strategi berlapis yang melampaui sekadar pengobatan pasangan.
- C. Mengulas secara mendalam PPK-14 dan menyusun alur rujukan kasus IMS kompleks.
- D. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Seksual dan Tata Laksana Disfungsi Seksual pada Perempuan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
- B. Terapi disfungsi seksual perempuan yang efektif menuntut model biopsikososial terintegrasi, bukan pendekatan biomedis tunggal.
- C. Menjelaskan prinsip konseling pasangan dan pencegahan penularan IMS.
- D. Menjelaskan struktur dan komponen layanan HIV/IMS nasional Indonesia.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Stigma dan Strategi Peningkatan Kepatuhan Terapi IMS) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Menganalisis dampak stigma sosial terhadap perilaku pencarian layanan dan kepatuhan terapi IMS.
- B. Pendekatan sindromik WHO menggunakan penapisan risiko (risk assessment) kualitatif untuk menentukan kebutuhan terapi presumtif servisitis (gonore/klamidia) pada perempuan dengan duh tubuh vaginal, sebelum hasil laboratorium tersedia.
- C. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
- D. Modul ini mengulas kembali PPK-14 sebagai persiapan OSCE station konseling dan tata laksana IMS.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Konseling IMS dan Kesehatan Seksual) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Mendemonstrasikan keterampilan konseling IMS dan kesehatan seksual yang sensitif dan efektif.
- B. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
- C. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
- D. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Spektrum Infeksi Menular Seksual pada Perempuan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Menjelaskan spektrum IMS yang umum dijumpai pada perempuan beserta manifestasi klinisnya.
- B. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
- C. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
- D. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Panduan Praktik Klinis IMS dengan Masalah Biopsikososial Kompleks) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Pendekatan sindromik WHO menggunakan penapisan risiko (risk assessment) kualitatif untuk menentukan kebutuhan terapi presumtif servisitis (gonore/klamidia) pada perempuan dengan duh tubuh vaginal, sebelum hasil laboratorium tersedia.
- B. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
- C. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
- D. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Spektrum Infeksi Menular Seksual pada Perempuan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Klamidiasis disebabkan oleh bakteri intraselular obligat Chlamydia trachomatis, umumnya serovar D–K pada infeksi genital.
- B. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
- C. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
- D. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Stigma dan Strategi Peningkatan Kepatuhan Terapi IMS) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
- A. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
- B. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
- C. Strategi peningkatan kepatuhan terapi harus bersifat multikomponen, menyasar level individu, relasi, dan sistem secara simultan.
- D. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan: