← Dashboard|Perpustakaan Digital Obsos
Tugas & Ujian Akademik  ›  Quiz 2 (Akhir Sesi 2)
QUIZ 2 (AKHIR SESI 2)

Quiz 2 — Penilaian Pemahaman Modul 06–10

SUMBER MATERI
Buku 8 (integrasi), Buku 8 Bab 4, Buku 8 Bab 5, PPK-14 (review)
CAKUPAN MODUL
Modul 06–10
BENTUK
MCQ · 10 Soal
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk setiap soal. Setiap soal bernilai 10 poin (total 100 poin).
Soal Pilihan Ganda
1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 07 (Kolaborasi dengan Layanan HIV/IMS Nasional) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Menjelaskan pendekatan holistik kesehatan seksual dan tata laksana disfungsi seksual pada perempuan.
  • B. Klamidiasis disebabkan oleh bakteri intraselular obligat Chlamydia trachomatis, umumnya serovar D–K pada infeksi genital.
  • C. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
  • D. Menerapkan panduan tata laksana IMS dengan masalah biopsikososial kompleks sesuai PPK-14.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Studi Kasus Terintegrasi IMS dengan Masalah Biopsikososial) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Dalam praktik dengan keterbatasan akses laboratorium, pendekatan sindromik — menatalaksana berdasarkan kumpulan gejala seperti duh vagina, ulkus genital, atau nyeri perut bawah — tetap relevan sebagai jaring pengaman awal.
  • B. Menjelaskan spektrum IMS yang umum dijumpai pada perempuan beserta manifestasi klinisnya.
  • C. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum IMS, stigma, kesehatan seksual holistik, konseling pasangan, hingga kolaborasi layanan HIV/IMS nasional.
  • D. Herpes genitalis disebabkan HSV tipe 2 (lebih sering rekuren) atau HSV tipe 1 (semakin sering ditemukan pada infeksi genital akibat perubahan pola kontak oral-genital).
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Review Mendalam Panduan Praktik Klinis PPK-14 dan Alur Rujukan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
  • B. Gonore disebabkan diplokokus gram negatif Neisseria gonorrhoeae dengan periode inkubasi lebih pendek, umumnya 2–7 hari.
  • C. Terapi disfungsi seksual perempuan yang efektif menuntut model biopsikososial terintegrasi, bukan pendekatan biomedis tunggal.
  • D. Menjelaskan dampak stigma terhadap kepatuhan terapi IMS dan strategi mengatasinya.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Review Mendalam Panduan Praktik Klinis PPK-14 dan Alur Rujukan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
  • B. Mengulas secara mendalam PPK-14 dan menyusun alur rujukan kasus IMS kompleks.
  • C. Sesi role-play konseling pasien dengan IMS dan/atau keluhan disfungsi seksual, dinilai instruktur menggunakan lembar Mini-CEX, dengan penekanan pada komunikasi yang tidak menghakimi dan pemberdayaan pasien.
  • D. Menjelaskan epidemiologi dan beban IMS prioritas pada perempuan di Indonesia.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Studi Kasus Terintegrasi IMS dengan Masalah Biopsikososial) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Kepatuhan terapi IMS pada konteks stigma dan pasangan berisiko tinggi dipengaruhi kombinasi faktor pada level pasien, relasi, dan sistem layanan.
  • B. Pendekatan sindromik WHO menggunakan penapisan risiko (risk assessment) kualitatif untuk menentukan kebutuhan terapi presumtif servisitis (gonore/klamidia) pada perempuan dengan duh tubuh vaginal, sebelum hasil laboratorium tersedia.
  • C. Mendemonstrasikan keterampilan konseling IMS dan kesehatan seksual yang sensitif dan efektif.
  • D. Mengintegrasikan seluruh materi Modul 1-8 dalam analisis kasus IMS kompleks.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Review Mendalam Panduan Praktik Klinis PPK-14 dan Alur Rujukan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Kesehatan seksual didefinisikan WHO sebagai keadaan kesejahteraan fisik, emosional, mental, dan sosial terkait seksualitas, bukan sekadar ketiadaan penyakit, disfungsi, atau kecacatan.
  • B. Pendekatan sindromik WHO menggunakan penapisan risiko (risk assessment) kualitatif untuk menentukan kebutuhan terapi presumtif servisitis (gonore/klamidia) pada perempuan dengan duh tubuh vaginal, sebelum hasil laboratorium tersedia.
  • C. Strategi peningkatan kepatuhan terapi harus bersifat multikomponen, menyasar level individu, relasi, dan sistem secara simultan.
  • D. Menganalisis dampak stigma sosial terhadap perilaku pencarian layanan dan kepatuhan terapi IMS.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 10 (Simulasi OSCE Konseling dan Tata Laksana IMS) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Mendemonstrasikan kompetensi konseling dan tata laksana IMS dalam format OSCE.
  • B. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
  • C. Menjelaskan konsep kesehatan seksual holistik menurut kerangka WHO dan penerapannya pada perempuan.
  • D. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Review Mendalam Panduan Praktik Klinis PPK-14 dan Alur Rujukan) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
  • B. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
  • C. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum IMS, stigma, kesehatan seksual holistik, konseling pasangan, hingga kolaborasi layanan HIV/IMS nasional.
  • D. Batasan hukum Indonesia berikut WAJIB menjadi acuan sebelum penerapan rekomendasi klinis internasional, khususnya bila terdapat indikasi kekerasan seksual atau relasi kekerasan:
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Konseling Pasangan dalam Tata Laksana IMS) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
  • B. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum IMS, stigma, kesehatan seksual holistik, konseling pasangan, hingga kolaborasi layanan HIV/IMS nasional.
  • C. Menjelaskan prinsip dan tujuan partner notification (pemberitahuan pasangan) pada tata laksana IMS.
  • D. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Konseling Pasangan dalam Tata Laksana IMS) pada mata kuliah Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual Holistik?
  • A. Penyelesaian terapi penuh sesuai regimen, walau gejala membaik lebih awal.
  • B. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: spektrum IMS, stigma, kesehatan seksual holistik, konseling pasangan, hingga kolaborasi layanan HIV/IMS nasional.
  • C. Menjelaskan mekanisme kolaborasi dengan program HIV/IMS nasional dalam tata laksana pasien.
  • D. Terdapat beberapa model partner notification yang dapat diterapkan sesuai kapasitas layanan dan preferensi pasien.
🔒 KUNCI JAWABAN — KHUSUS KONSUMSI DOSEN / DPK (Bukan untuk Mahasiswa)
No. 1 → C
No. 2 → C
No. 3 → A
No. 4 → B
No. 5 → D
No. 6 → B
No. 7 → A
No. 8 → D
No. 9 → C
No. 10 → D