1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Sistem Rujukan Berjenjang dan Root Cause Analysis Kasus Rujukan Bermasalah) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Mendemonstrasikan kemampuan memimpin/berpartisipasi dalam forum M&M dan mempresentasikan proyek perbaikan mutu.
- B. Menjelaskan definisi, cara penghitungan, dan keterbatasan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai indikator makro.
- C. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- D. Modul ini adalah simulasi forum M&M Conference berdasarkan kasus dari Modul 9, di mana setiap kelompok mempresentasikan proyek perbaikan mutu PDCA yang telah disusun, dinilai oleh instruktur dan sejawat.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Konsep dan Metodologi Audit Maternal Perinatal: WHO Beyond the Numbers) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- B. Menjelaskan struktur dan pelaksanaan forum M&M Conference serta peran lintas profesi di dalamnya.
- C. Kendali mutu layanan obstetri-ginekologi yang efektif memerlukan kontribusi berbagai profesi secara terintegrasi.
- D. Menganalisis indikator mutu obstetri (AKI, AKB, CFR) menggunakan kerangka Model Tiga Terlambat.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Root Cause Analysis dan Studi Kasus Rujukan) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Modul ini mengintegrasikan Modul 1-8: audit maternal perinatal, RCA rujukan bermasalah, manajemen SDM-logistik, PDCA/FMEA, forum M&M, hingga indikator mutu obstetri.
- B. Mengintegrasikan seluruh materi Modul 1-8 dalam analisis kasus manajemen mutu.
- C. Menerapkan siklus PDCA dan metode FMEA untuk perbaikan mutu pelayanan obstetri.
- D. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Manajemen SDM, Logistik, dan Keuangan Unit Obstetri-Ginekologi) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- B. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
- C. Ketersediaan obat dan alat esensial maternal secara konsisten merupakan prasyarat mutlak bagi keselamatan pelayanan kegawatdaruratan obstetri.
- D. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Sistem Rujukan Berjenjang dan Root Cause Analysis Kasus Rujukan Bermasalah) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- B. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- C. Menguraikan struktur sistem rujukan berjenjang dan rantai rujukan maternal di Indonesia.
- D. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Manajemen SDM, Logistik, dan Keuangan Unit Obstetri-Ginekologi) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- B. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- C. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
- D. Menjelaskan prinsip dasar manajemen sumber daya manusia pada unit layanan obstetri-ginekologi.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Sistem Rujukan Berjenjang dan Root Cause Analysis Kasus Rujukan Bermasalah) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menganalisis sistem rujukan berjenjang dan melakukan root cause analysis pada kasus rujukan bermasalah.
- B. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
- C. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- D. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Kriteria WHO Near-Miss Maternal dan Pelaksanaan AMP di Indonesia) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- B. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- C. Menjelaskan kriteria WHO near-miss maternal dan implementasi Audit Maternal Perinatal (AMP) di Indonesia.
- D. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Root Cause Analysis dan Studi Kasus Rujukan) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- B. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.
- C. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
- D. Sesi praktik RCA menggunakan metode fishbone diagram/5-whys pada studi kasus rujukan bermasalah, dipandu instruktur, hasil dipresentasikan singkat oleh setiap kelompok kecil.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Manajemen SDM, Logistik, dan Keuangan Unit Obstetri-Ginekologi) pada mata kuliah Manajemen Mutu, Rujukan, dan Tata Kelola Pelayanan Obstetri-Ginekologi di Rumah Sakit?
- A. Menjelaskan prinsip manajemen SDM, logistik, dan keuangan pada unit obstetri-ginekologi.
- B. Rencana tindakan korektif yang disusun pascatelaah RCA hendaknya menyasar akar masalah sistemik, bukan sekadar edukasi ulang kepada petugas yang terlibat langsung dalam kasus.
- C. Mendemonstrasikan keterampilan melakukan Root Cause Analysis secara terstruktur pada kasus rujukan bermasalah.
- D. Menjelaskan konsep dan metodologi audit maternal perinatal menurut pendekatan WHO Beyond the Numbers.