← Dashboard|Perpustakaan Digital Obsos
Tugas & Ujian Akademik  ›  Quiz 1 (Akhir Sesi 1)
QUIZ 1 (AKHIR SESI 1)

Quiz 1 — Penilaian Pemahaman Modul 01–05

SUMBER MATERI
Buku 12 Bab 1, Buku 12 Bab 2, Buku 12 Bab 2/4 (praktik), Buku 12 Bab 3, Buku 12 Bab 4
CAKUPAN MODUL
Modul 01–05
BENTUK
MCQ · 10 Soal
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk setiap soal. Setiap soal bernilai 10 poin (total 100 poin).
Soal Pilihan Ganda
1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Penyusunan Blueprint OSCE dan Skill Station) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan menyusun Individual Learning Plan (ILP) bagi peserta didik.
  • B. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • C. Ruang lingkup pedoman ini mencakup keseluruhan siklus pengembangan tenaga pelatih kesehatan reproduksi, meliputi:
  • D. Menjelaskan pedoman pelatihan dan pengembangan tenaga pelatih (trainer) kesehatan reproduksi di berbagai jenjang.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Praktik Mengajar (Microteaching) Residen Junior) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
  • B. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • C. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • D. Mendemonstrasikan kemampuan mengajar dan menguji dengan standar penilaian yang terkalibrasi.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Metode Pengajaran Keterampilan Klinis: Peyton's Four-Step Approach) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Pedoman ini ditujukan bagi pihak-pihak berikut, sesuai peran masing-masing dalam penyelenggaraan pelatihan kesehatan reproduksi:
  • B. Istilah Definisi Operasional Tenaga Pelatih (Trainer) Tenaga kesehatan yang telah memenuhi kriteria kompetensi tertentu dan ditugaskan untuk melatih tenaga kesehatan lain atau kader masyarakat.
  • C. Umpan balik yang tidak terstruktur cenderung bersifat evaluatif dan sepihak, berisiko menimbulkan sikap defensif peserta didik serta kehilangan kesempatan untuk menggali perspektif reflektif mereka sendiri.
  • D. Menerapkan metode Peyton's Four-Step Approach dalam mengajarkan keterampilan klinis prosedural.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Teknik Bedside Teaching dan Microteaching) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Merancang modul pelatihan sederhana untuk kader atau tenaga kesehatan primer.
  • B. Sesi kalibrasi penilai idealnya dilaksanakan sebelum setiap putaran ujian OSCE besar maupun secara berkala (mis.
  • C. Menerapkan teknik bedside teaching dan microteaching dalam pendidikan klinis sehari-hari.
  • D. Landasan penyusunan pedoman ini dirangkum pada tabel berikut agar keterlacakan (traceability) setiap ketentuan dapat diverifikasi:
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Praktik Mengajar (Microteaching) Residen Junior) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Menjelaskan pentingnya kalibrasi penguji klinis untuk menjaga mutu dan konsistensi penilaian.
  • B. Tersedianya blueprint pelatihan baku (tujuan–materi–metode–evaluasi) untuk program Training of Trainers (ToT) kesehatan reproduksi.
  • C. Sesi praktik mengajar (microteaching) selama 10-15 menit kepada residen junior/koasistensi menggunakan metode Peyton's Four-Step, direkam dan diberi umpan balik oleh instruktur dan sejawat.
  • D. Pada tingkat program, hasil agregat kalibrasi penilai dan portofolio peserta didik seharusnya menjadi bagian dari siklus penjaminan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement), bukan sekadar arsip individual.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Prinsip Andragogi dan Miller's Pyramid dalam Pendidikan Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • B. George Miller pada tahun 1990 memperkenalkan kerangka piramida empat tingkat yang hingga kini menjadi rujukan universal dalam desain kurikulum dan penilaian kompetensi kedokteran, termasuk dalam pendidikan subspesialis.
  • C. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • D. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Penyusunan Blueprint OSCE dan Skill Station) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • B. Menerapkan metode Peyton's Four-Step Approach dalam mengajarkan keterampilan klinis prosedural.
  • C. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
  • D. Menyusun blueprint OSCE dan mendesain skill station yang valid dan reliabel.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Prinsip Andragogi dan Miller's Pyramid dalam Pendidikan Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • B. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
  • C. Menjelaskan prinsip andragogi dan penerapan Miller's Pyramid dalam pendidikan klinis.
  • D. Menerapkan metode Peyton's Four-Step Approach dalam mengajarkan keterampilan klinis prosedural.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Prinsip Andragogi dan Miller's Pyramid dalam Pendidikan Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Penerapan Miller's Pyramid dalam kurikulum PPDS Obginsos idealnya bersifat progresif dan longitudinal.
  • B. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • C. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
  • D. Menerapkan metode Peyton's Four-Step Approach dalam mengajarkan keterampilan klinis prosedural.
🔒 KUNCI JAWABAN — KHUSUS KONSUMSI DOSEN / DPK (Bukan untuk Mahasiswa)
No. 1 → B
No. 2 → A
No. 3 → D
No. 4 → C
No. 5 → C
No. 6 → B
No. 7 → D
No. 8 → C
No. 9 → A