← Dashboard|Perpustakaan Digital Obsos
Tugas & Ujian Akademik  ›  Quiz 2 (Akhir Sesi 2)
QUIZ 2 (AKHIR SESI 2)

Quiz 2 — Penilaian Pemahaman Modul 06–10

SUMBER MATERI
Buku 12 (praktik), Buku 12 Bab 5, Buku 12 Bab 6, Pedoman Pelatihan Trainer, Pedoman Pelatihan Trainer (aplikasi)
CAKUPAN MODUL
Modul 06–10
BENTUK
MCQ · 10 Soal
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk setiap soal. Setiap soal bernilai 10 poin (total 100 poin).
Soal Pilihan Ganda
1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Mutu Pendidikan dan Kalibrasi Penguji Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Menerapkan metode Peyton's Four-Step Approach dalam mengajarkan keterampilan klinis prosedural.
  • B. George Miller pada tahun 1990 memperkenalkan kerangka piramida empat tingkat yang hingga kini menjadi rujukan universal dalam desain kurikulum dan penilaian kompetensi kedokteran, termasuk dalam pendidikan subspesialis.
  • C. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • D. Menyusun blueprint OSCE dan mendesain skill station yang valid dan reliabel.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 10 (Simulasi Mengajar dan Menguji (Kalibrasi Penguji OSCE)) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • B. Menerapkan teknik bedside teaching dan microteaching dalam pendidikan klinis sehari-hari.
  • C. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode penilaian standar untuk mengukur kompetensi pada tingkat shows how dalam Miller's Pyramid, sebagaimana dibahas pada Bab 1.
  • D. Mendemonstrasikan keterampilan mengajar melalui sesi microteaching kepada residen junior/koasistensi.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Teknik Pemberian Umpan Balik dan Individual Learning Plan (ILP)) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Penerapan Miller's Pyramid dalam kurikulum PPDS Obginsos idealnya bersifat progresif dan longitudinal.
  • B. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • C. Menjelaskan prinsip andragogi dan penerapan Miller's Pyramid dalam pendidikan klinis.
  • D. Sesi praktik mengajar (microteaching) selama 10-15 menit kepada residen junior/koasistensi menggunakan metode Peyton's Four-Step, direkam dan diberi umpan balik oleh instruktur dan sejawat.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Rancangan Modul Pelatihan untuk Kader/Tenaga Kesehatan Primer) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • B. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • C. Ruang lingkup pedoman ini mencakup keseluruhan siklus pengembangan tenaga pelatih kesehatan reproduksi, meliputi:
  • D. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Rancangan Modul Pelatihan untuk Kader/Tenaga Kesehatan Primer) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • B. Pedoman ini ditujukan bagi pihak-pihak berikut, sesuai peran masing-masing dalam penyelenggaraan pelatihan kesehatan reproduksi:
  • C. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • D. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 09 (Rancangan Modul Pelatihan untuk Kader/Tenaga Kesehatan Primer) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Istilah Definisi Operasional Tenaga Pelatih (Trainer) Tenaga kesehatan yang telah memenuhi kriteria kompetensi tertentu dan ditugaskan untuk melatih tenaga kesehatan lain atau kader masyarakat.
  • B. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • C. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • D. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Mutu Pendidikan dan Kalibrasi Penguji Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Sesi kalibrasi penilai idealnya dilaksanakan sebelum setiap putaran ujian OSCE besar maupun secara berkala (mis.
  • B. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • C. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • D. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Mutu Pendidikan dan Kalibrasi Penguji Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Menjelaskan pentingnya kalibrasi penguji klinis untuk menjaga mutu dan konsistensi penilaian.
  • B. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • C. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • D. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 08 (Mutu Pendidikan dan Kalibrasi Penguji Klinis) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Pada tingkat program, hasil agregat kalibrasi penilai dan portofolio peserta didik seharusnya menjadi bagian dari siklus penjaminan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement), bukan sekadar arsip individual.
  • B. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • C. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
  • D. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 06 (Teknik Pemberian Umpan Balik dan Individual Learning Plan (ILP)) pada mata kuliah Pendidikan Klinis dan Pengembangan Tenaga Pelatih Kesehatan Reproduksi?
  • A. Model SBI menawarkan alternatif yang lebih ringkas dan lebih mudah diterapkan secara spontan di tengah aktivitas klinis, dengan struktur yang berfokus pada deskripsi objektif alih-alih penilaian subjektif.
  • B. Modul ini adalah sesi simulasi gabungan: mahasiswa bergantian berperan sebagai pengajar (microteaching) dan penguji OSCE terkalibrasi, menggunakan rubrik standar yang telah disepakati bersama instruktur.
  • C. Memberikan umpan balik yang konstruktif dan menyusun Individual Learning Plan (ILP) bagi peserta didik.
  • D. Variabilitas antar-penguji (inter-rater variability) merupakan ancaman utama terhadap keadilan dan kredibilitas penilaian kompetensi klinis, termasuk pada OSCE dan workplace-based assessment yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya.
🔒 KUNCI JAWABAN — KHUSUS KONSUMSI DOSEN / DPK (Bukan untuk Mahasiswa)
No. 1 → C
No. 2 → A
No. 3 → B
No. 4 → C
No. 5 → B
No. 6 → A
No. 7 → A
No. 8 → A
No. 9 → A
No. 10 → C