← Dashboard|Perpustakaan Digital Obsos
Tugas & Ujian Akademik  ›  Quiz 1 (Akhir Sesi 1)
QUIZ 1 (AKHIR SESI 1)

Quiz 1 — Penilaian Pemahaman Modul 01–05

SUMBER MATERI
Pedoman Kespro Masyarakat-01 (bagian awal), Pedoman Kespro Masyarakat-01 (lanjutan), Pedoman MISP, Pedoman MISP (praktik), Praktik lapangan terbimbing
CAKUPAN MODUL
Modul 01–05
BENTUK
MCQ · 10 Soal
Petunjuk: Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk setiap soal. Setiap soal bernilai 10 poin (total 100 poin).
Soal Pilihan Ganda
1. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Reproduksi pada Situasi Krisis dan Bencana: Enam Tujuan MISP) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • B. Modul ini adalah forum presentasi hasil praktik lapangan (Modul 9) di hadapan pembimbing dan mitra institusi, mencakup evaluasi proses, capaian, hambatan, dan rekomendasi keberlanjutan program.
  • C. Modul ini merupakan kegiatan implementasi program di lapangan (minimal 4 minggu) berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan pada Modul 3, didampingi pembimbing lapangan dan mitra institusi (Puskesmas/Dinas Kesehatan/organisasi masyarakat).
  • D. Menjelaskan strategi surveilans skrining kanker serviks berbasis populasi, termasuk transisi dari IVA ke HPV DNA.
2. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Pelaksanaan Program Kespro Menjangkau Kelompok Rentan di Luar Fasilitas Kesehatan) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Pedoman ini berlaku bagi seluruh proses audit dan manajemen mutu terkait pelayanan maternal-perinatal di rumah sakit, dengan cakupan sebagai berikut:
  • B. Mengevaluasi dan mempresentasikan hasil implementasi program kesehatan reproduksi berbasis masyarakat.
  • C. Menerapkan prinsip audit maternal-perinatal dan near-miss maternal berbasis komunitas dan fasilitas.
  • D. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
3. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Reproduksi pada Situasi Krisis dan Bencana: Enam Tujuan MISP) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Membangun mekanisme pencatatan dan pelaporan data kesehatan reproduksi masyarakat, baik manual maupun elektronik, yang terhubung dari tingkat kader/Posyandu hingga Dinas Kesehatan Provinsi.
  • B. Mengimplementasikan program kesehatan reproduksi berbasis masyarakat secara terbimbing di lapangan.
  • C. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
  • D. Menjelaskan prinsip pengembangan sistem informasi dan surveilans kesehatan reproduksi berbasis masyarakat.
4. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Pelaksanaan Program Kespro Menjangkau Kelompok Rentan di Luar Fasilitas Kesehatan) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • B. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • C. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Perinatal di Indonesia masih menjadi prioritas nasional dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) bidang kesehatan ibu dan anak.
  • D. Keterbatasan jangkauan layanan klinis di wilayah geografis sulit, sehingga peran kader dan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) menjadi penting.
5. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 02 (Pelaksanaan Program Kespro Menjangkau Kelompok Rentan di Luar Fasilitas Kesehatan) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
  • B. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • C. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • D. Merancang pelaksanaan program kespro yang menjangkau kelompok rentan di luar fasilitas kesehatan.
6. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Simulasi Respons Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • B. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • C. Mendemonstrasikan kesiapsiagaan respons kesehatan reproduksi dalam simulasi situasi bencana.
  • D. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
7. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 05 (Skill Lab Simulasi Respons Kesehatan Reproduksi dalam Situasi Bencana) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • B. Sesi simulasi tabletop exercise skenario bencana yang mengharuskan mahasiswa merancang respons cepat kesehatan reproduksi sesuai enam tujuan MISP, dinilai instruktur berdasarkan kelengkapan dan kecepatan respons.
  • C. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • D. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
8. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 01 (Kerangka Perencanaan Program Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
  • B. Menjelaskan kerangka perencanaan program kesehatan reproduksi berbasis masyarakat.
  • C. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • D. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
9. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 04 (Kesehatan Reproduksi pada Situasi Krisis dan Bencana: Enam Tujuan MISP) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
  • B. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
  • C. Mengaktifkan koordinasi lintas program dan lintas sektor untuk pelaksanaan PPAM/MISP sejak 48-72 jam pertama kejadian bencana.
  • D. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
10. Manakah pernyataan berikut yang PALING TEPAT menggambarkan capaian pembelajaran atau substansi Modul 03 (Kunjungan Lapangan dan Praktik Pemetaan Kebutuhan Komunitas) pada mata kuliah Praktik Lapangan Kesehatan Reproduksi Berbasis Masyarakat, Krisis, dan Surveilans?
  • A. Memastikan tersedianya layanan kesehatan reproduksi esensial yang terkoordinasi bagi seluruh populasi terdampak krisis dan bencana di Indonesia, sejak fase tanggap darurat awal hingga masa transisi ke pemulihan.
  • B. Melakukan pemetaan kebutuhan kesehatan reproduksi komunitas melalui kunjungan lapangan.
  • C. Perencanaan program yang baik wajib dimulai dari analisis situasi (situational analysis) menggunakan data epidemiologi setempat, bukan asumsi umum.
  • D. Menjelaskan enam tujuan Minimum Initial Service Package (MISP) untuk kesehatan reproduksi pada situasi krisis.
🔒 KUNCI JAWABAN — KHUSUS KONSUMSI DOSEN / DPK (Bukan untuk Mahasiswa)
No. 1 → A
No. 2 → D
No. 3 → C
No. 4 → D
No. 5 → D
No. 6 → C
No. 7 → B
No. 8 → B
No. 9 → C
No. 10 → B